Dengan radiasi yang bersumber dari energi listrik berkekuatan 15 hingga 30 watt, dari sebuah alat berujung optik, dihasilkan sinar bergelombang 532 sampai 1.064 nanometer yang memiliki kekuatan panas. Cahaya panas ini bisa digunakan untuk memotong kulit dan jaringan, menghancurkan pigmen warna kulit, dan pengobatan lainnya dalam dunia kedokteran dengan risiko per- darahan minimal dan waktu penyembuhan cepat. Itulah gambaran sederhana cara kerja sebuah mesin laser Sharplan Suretouch CO2 Laser yang marak digunakan dalam dunia medis untuk berbagai pengobatan maupun media operasi.
Laser (light amplification by stimulated emission of radiation) adalah sebuah alat yang menggunakan efek mekanika kuantum, pancaran terstimulasi, untuk menghasilkan sebuah cahaya yang koheren dari medium "lasing" yang dikontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya. "Laser itu merupakan sinar panas yang dihasilkan dari loncatan atom akibat stimulasi ener gi dari radiasi listrik," kata dokter umum Rumah Sakit Hasan Sadikin yang sedang menyelesaikan pendidikan spesialis bedah di FK Unpad/RSHS, dr. Asep Hermana.
Penggunaan laser bukanlah hal baru dalam dunia medis. Ada banyak jenis laser yang digunakan dalam bidang kedokteran. Laser Candela SPTL-1B Vascular yang digunakan untuk menghancurkan kelainan warna kulit, Laser Medlite IV NdYag untuk menghilangkan segala pigmentasi seperti bercak coklat dan hitam di wajah, juga tato dengan berbagai warna, atau laser Helium-Neon Biolaser. Laser lembut bertenaga rendah ini termasuk laser yang noninvasif guna merangsang penyembuhan kulit atau luka, pertumbuhan rambut, merangsang pigmentasi normal, serta mencegah parut luka.
"Ada metode laser untuk operasi yang membutuhkan daya 15 watt-30 watt dan ada juga untuk kosmetik, terutama perawatan kulit, dengan daya 15 miliwatt," kata Asep.
Untuk operasi, laser juga digunakan dalam sirkumsisi atau khitan dengan jenis laser Sharplan Sure-touch CO2. Prosedur khitan modern ini harus dilakukan di bawah kendali dokter yang sudah sangat berpengalaman.
Menurut penulis buku Teknik Khitan Panduan Praktis dan Sis- tematis (Widya Medika, 1999) ini, teknik ini pada pelaksanaannya menggunakan circum clamp atau plestiblle tetapi pemotongnya tidak menggunakan bistowi (pisau bedah) seperti pada khitan konvensional, melainkan dengan laser.
"Teknik khitan dengan laser yang sesungguhnya adalah setelah prepusium (kulit penutup bagian kepala penis/kulup-red.) dibebaskan dari perlengketan dengan glans penis dan dibersihkan, tepi atas dan tepi bawah prepusium dijepit dengan klem. Kedua klem ditarik dan prepusium dijepit melintang dari tepi atas ke bawah. Barulah prepusium dipotong dengan laser CO2 ini," ujarnya.
Secara teknis, panas dari cahaya radiasi akan memotong jaringan kulit dengan efek luka bakar jaringan yang diterima kurang dari 1 mm. "Pembuluh darah yang terpotong akan langsung dikoagulasi dengan luka bakar yang sangat halus sehingga jarang mengeluarkan darah dan kemungkinan infeksinya lebih sedikit," ujar Asep menerangkan.
Waktu operasi yang cepat (10-15 menit), perdarahan sangat sedikit bahkan bisa tidak ada, rasa sakit setelah terapi minimal, aman, hasil secara estetik lebih baik dan waktu penyembuhan yang cepat, adalah keuntungan khitan dengan laser CO2. Prosedur ini, kata Asep, cocok untuk sunat yang dilakukan pada umur-umur agak dewasa karena rasa sakit, yang ditimbulkan oleh sunat cara operasi untuk orang sudah cukup berumur, lebih parah dari pada jika dilakukan pada usia muda dan lukanya pun agak lama sembuhnya.
Kelemahan dari cara laser adalah masalah harga. Mahalnya harga alat untuk menghasilkan laser CO2 membuat alat ini masih dimonopoli oleh rumah sakit-rumah sakit besar. Alat Sharplan Suretouch CO2 dijual dengan harga kira-kira 63.275 dolar AS.
Kelemahan ini pula yang memicu munculnya praktik khitan menggunakan laser-laser palsu baik di kota besar maupun di daerah kecil. Sekarang ini, menurut Asep, tidak sedikit "klinik laser palsu" yang menyediakan jasa khitan tanpa standar kompetensi dan pengalaman yang memadai.
Adapun media panas yang digunakan untuk memotong jaringan kulit bukanlah panas dari cahaya tapi panas yang berasal dari elemen logam. Alat seperti ini digolongkan sebagai low frequent electro cauter (LFEC) dan tidak memiliki standardisasi keamanan secara medis . Electro cauter jenis ini sering disalah artikan oleh penduduk Indonesia sebagai sunat laser yang sesungguhnya."Sebenarnya yang digunakan oleh mereka bukanlah laser, melainkan elemen logam yang dipanaskan dengan energi listrik 300 watt untuk memotong jaringan kulit. Cara kerjanya mirip seperti setrika," kata Asep.
Produk ini biasanya buatan lokal atau dari Cina, dan bisa didapat di toko-toko listrik dengan harga di bawah Rp 1 juta. "Atau bisa juga dibuat sendiri seperti pakai trafo dan kawat atau logam dialiri listrik sehingga panas dan bisa memotong kulit," tutur Pembina Divisi Khitan dan Banmed DKM Asy Syfaa' FK Unpad ini.
Cara kerja LFEC cukup sederhana, namun akibatnya sangat kom- pleks. Penggunaan LFEC dalam operasi dapat memproduksi efek luka bakar yang luas dan dalam pada jaringan kulit. "Luka bakarnya bisa sampai 0,5 cm. Semua jaringan dan pembuluh darah akan terbakar dalam dan luas. Kalaupun sirkum-sisinya dilakukan dengan benar, scar (kulit abnormal) yang ditimbulkan akan berbekas berupa geratan permanen atau membuat kulit keriput," ujar Asep menandaskan.
Yang lebih membahayakan, kata Asep, sirkumsisi dengan laser palsu itu sering dilakukan oleh orang yang tidak memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang operasi kedokteran sehingga merugikan masyarakat. Dalam Undang-Undang Praktik Kedokteran, operasi khitan bukan dilakukan oleh perawat atau petugas lain dalam tanggung jawab dokter. Sirkumsisi harus dilakukan oleh dokter bedah atau dokter umum. "Akibat kurang pengalaman dan tidak kompeten, ada beberapa kasus di daerah yang batang penisnya ikut terpotong dalam sirkumsisi palsu tersebut serta mengalami luka bakar serius pada kelaminnya karena penggunaan logam panas untuk khitan," ujarnya.
Sebenarnya, tutur Asep, ada jenis electro cauter yang cukup aman digunakan dalam khitan. Jenisnya adalah high frequent electro cauter (HFEC). Alat ini berfungsi untuk membakar pembuluh darah yang terpotong dengan cepat sehingga perdarahan dapat diatasi dengan mudah. "High frequent electro cauter memiliki standardisasi medis yang jelas. Alat ini bukan laser. Seperti jarum tato, tidak menyala tapi panasnya bisa untuk memotong jaringan kulit dan bisa dipakai untuk khitan,"ujarnya.
Luka bakar yang ditimbulkan oleh HFLC hampir sama seperti laser tapi relatif lebih besar. "Kalau laser bisa 0,1 mm, HFLC bisa 0,3 mm. Namun, tetap jauh dari LHLC yang bisa sampai 0,5 cm," kata Asep. Harga alat ini relatif lebih murah jika dibandingkan dengan laser CO2, yaitu berkisar Rp 60 jutaan. (Arif Budi Kristanto)***
16 komentar:
Hi, topik ini jadi menarik cauter katanya jelek,tapi sebelum membuat pernyataan sebaiknya buat peneliti - an terlebih dahulu .Elektro kauter macam macam ada yang ber bentuk filament(katanya setrikaan) ada pula yg listriknya loncatdari elektrode.Masalah luas luka bakar 0,5cm rasanya mesti dilihat lagi kan memakai klemp circumsisi yg berguna selain untuk melindungi gland penis agar tak terpotong juga untuk mengurangi panas ke jaringan yg sehat.
Kalau anda bilang lasser lebih baik dari cauter ya saya setuju 100%.
Yang lebih penting lagi teman teman yang suka membohongi orang (ada mantri ada dokter )yang me ngatakan cauter itu lasser jangan dong itu namanya melakukan pem- bodohan masyarakat.Kasihan anak yg disunatnya bangga di sunat lasser padahal disunat cauter.Ayo dong Dinas Kesehatan setempat bertindak untuk menertibkan pembohong pembohong ini ,wewenang kan di tangan anda.Kalau wewenang tak dilaksanakan dengan baik ini namnya melanggar amanah.
gunsa71@GMAIL.COM
" Yang lebih membahayakan, kata Asep, sirkumsisi dengan laser palsu itu sering dilakukan oleh orang yang tidak memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang operasi kedokteran sehingga merugikan masyarakat. Dalam Undang-Undang Praktik Kedokteran, operasi khitan bukan dilakukan oleh perawat atau petugas lain dalam tanggung jawab dokter. Sirkumsisi harus dilakukan oleh dokter bedah atau dokter umum. "Akibat kurang pengalaman dan tidak kompeten, ada beberapa kasus di daerah yang batang penisnya ikut terpotong dalam sirkumsisi palsu tersebut serta mengalami luka bakar serius pada kelaminnya karena penggunaan logam panas untuk khitan," ujarnya." Maaf, apakah pernyataan ini sudah dicros cek ulang? selama ini kejadian terpotongnya glan penis yang melakukan adalah DOKTER. jangan menyalahkan yang lain. dan apakah sunat itu merupakan asal usulnya dari kedokteran? dari dulu mulai nabi Ibrahim yang melakukan penyunatan adalah orang yang ahli. Saya jadi heran kenapa kok sekarang diklaim kedokteran menjadi haknya. apa mereka yang ahli tidak boleh. seharusnya UU mengesahkan seorang yang ahli menjadi juru khitan. seperti sejarah BIDAN, yg dulu notabene adalah perawat. akhirnya dikususkan menangani persalinan dan menjadilah BIDAN. apakah seperti halnya bidan, perawat yang menangani khitan mendapat perlakuan khusus seperti bidan? jadi agar menjadi perhatiannya buat semua agar tidak menjadi rumit. dr.khitan@gmail.com
yang jadi permasalahan terpotongnya gland penis sat khitan bukan pada praktek saat kuliah. dengan menggunakan peraga asli atau dengan atlas anatomi, kalau menurut hemat saya itu tergantung dari keseriusan kita belajar, saya setuju dengan pendapat bahwa sepandai-pandainya perawat tetap tidak mempunyai kewenangan seperti halnya seorang perally gelap yang tak punya SIM A... namun teman-teman kita di daerah terutama di IGD banyak dari teman-teman yang kurang menguasai keterampilan atau memang malas dalam melakukan tindakan medis, sehingga yang mengerjakan para perawat dengan alasan tugas telah di delegasikan yang jadi keprihatinan saya mengapa mendelegasikan tugas kepada mereka yang tidak punya wewenang (perawat) yang dalam perumpamaan seperti perally gelap yang tidak punya sim A, padahal itu di linggkup rumah sakit. apakah ini tidak seperti seorang polisi yang mendelegasikan perally gelap untuk menyetir di jalan raya padahal dia sudah tahu bahwa perally gelap tersebut tidak punya sim A. LHA KALAO SUDAH SEPERTI INI PUSIIIIIIING JADINYA
khitan tentunya banyak metodenya. pilihan terbaik adalah berdasar ketersediaan sarana dan prasarana medis operator. tentunya didukung basic operation tehnic operator yang kompeten. Dari etika medis, dokter tentu tidak layak menjanjikan kepada pasien bahwa khitan dengan metode tertentu hasilnya lebih baik dari metode konvensional atau metode lainnya, karena semua metode prinsipnya sama, cutting, no pain, no bleeding, no infecting, tapi ada tambahan no alergy dan no unknow reaction. bila dokter menjanjikan hasil dalam tindakan terapinya, kemudian terjadi hal yang tidak sesuai dengan janjinya, maka bisa muncul wan prestasi, muncul sengketa medis kemudian sengketa hukum. bagi sejawat di perifer, khitan dengan cara konvensional masih rasional, dengan a dan antiseptik yang baik, tehnik sesuai standar medis, bertanggungjawab dan iman, hasilnya masih baik. jangan sampai khitan dengan metode termo cauter, dikatakan khitan dengan laser. masyarakat mulai pintar lo ! salam sejawat. drsyariefhudaya@yahoo.co.id
Baru-baru ini ada kasus malpraktek kategori berat terkait metode dengan sistem laser ini, yaitu alat vital si anak terpotong habis dalam suatu acara khitanan massal (http://nasional.vivanews.com/news/read/74708-alat_kelamin_terpotong_habis_saat_khitan). Bagaimana ini bisa terjadi, apakah khitan dengan metode laser tidak aman, atau ini karena keceroban si dokter berhubung yang ditangani adalah khitanan massal??
[url=http://cpcheat.org/]Club Penguin[/url] gives you a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-money-maker/]Club Penguin Money Maker[/url] that permits you to gain a lot of coins in Club Penguin.
[url=http://cpcheat.org/]Club Penguin Codes[/url] also provides you with [url=http://cpcheat.org/club-penguin-trackers/]Club Penguin Trackers[/url] such as a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-aunt-arctic-tracker/]Club Penguin Aunt Arctic Tracker[/url], a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-cadence-tracker/]Club Penguin Cadence Tracker[/url], a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-gary-tracker/]Club Penguin Gary Tracker[/url], a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-band-tracker/]Club Penguin Band Tracker[/url], a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-rockhopper-tracker/]Club Penguin Rockhopper Tracker[/url], and a [url=http://cpcheat.org/club-penguin-sensei-tracker/]Club Penguin Sensei Tracker[/url].
Finally,[url=http://cpcheat.org/]Club Penguin[/url] gives you [url=http://cpcheat.org/club-penguin-bots/]Club Penguin Bots[/url] and [url=http://cpcheat.org/]Club Penguin Mission Cheats[/url] and [url=http://cpcheat.org/]Club Penguin Coin Cheats[/url]
I am able to make link exchange with HIGH pr pages on related keywords like [url=http://www.usainstantpayday.com]bad credit loans[/url] and other financial keywords.
My web page is www.usainstantpayday.com
If your page is important contact me.
please only good pages, wih PR>2 and related to financial keywords
Thanks
Roftattimmils
It's so easy to choose high quality [url=http://www.euroreplicawatches.com/]replica watches[/url] online: [url=http://www.euroreplicawatches.com/mens-swiss-watches-rolex/]Rolex replica[/url], [url=http://www.euroreplicawatches.com/mens-swiss-watches-breitling/]Breitling replica[/url], Chanel replica or any other watch from the widest variety of models and brands.
saya juga setuju masalah tugas sesuai hukum dan wewenang masing-masing, tetapi yg saya maksud dilapangan lain ceritanya, maka dari itu, saya pernah usul untuk menertibkan para tukang sunat yg kebanyakan para mantri untuk diberi kewenangan khusus dan mempunyai standart tindakan seperti halnya bidan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi dari pemerintah. ini saya lakukan semata untuk melindungi masyarakat dari malpraktik. & masalah pelajaran anatomi pada manusia asli, kenyataan dilapangan kadang ada perbedaan, makanya saya himbau teman-teman sejawat untuk turun tangan sendiri, jangan hanya kasih resep, nggak mau turun tangan sendiri. masyarakat sekarang sudah pinter & ngerti hukum. tapi mereka memilih menyunatkan anak mereka ke mantri yg berpengalaman. kita harusnya buka mata lebar-lebar, "ada apa??"
Cool blog I loved reading your info
[url=http://partyopedia.com]party supplies[/url]
selayaknya saling menghargai antar profesi kesehatan, tidak menyudutkan dan seolah-olah mantri/perawat berdosa/ilegal/malpraktek. tapi pikirkan dulu kenyataan realitas dilapangan, semua profesi kesehatan (trutama dokter,perawat,apoteker dll)sama saja ada yg melakukan pelanggaran, akibat dari kebijakan pemerintah dan UU kesehatan yg sok idealis, tdk mempertimbangkan kenyataan bahwa masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yg murah dan mudah dijangkau,jangan menyalahkan alat cauter (dahulu alat ini buatan jepang mereknya lazer)tentu tdk salah orang lbh mengenalnya lazer.yang hrs dipikirkan bagaimana negara kita yg mayoritas muslim,jumlah anak2 begitu banyak dengan ekonomi pas2an bisa menjalankan ritual agama (khitan) yang murah dan aman,perlu diingat tdk semua anak mau diikutkan khitanan massal.dan menurut kami metode manual tidak jadi jaminan lebih bagus malah potensial infeksi silang dan perdarahan lebih beresiko, apakah setiap khitan oleh dokter dijamin aman?...tdk ada jaminan ..! ,jangan habis manis sepah dibuang,,kendala geografis dan keterbatasan jumlah dokter bisa di kaper oleh perawat,meskipun dulu perawt tidak pernah memikirkan yang namanya uang jasa medis,meskipun yg dikerjakan tindakan medis katanya...mungkin dokter ini sudah tidak suka perawat dilibatkan khitanan masal.apkah anda tahu berapa jasa medis khitanan oleh perawat dibanding khitana oleh dokter bedah.makanya alangkah bijaknya kalau perawat diberi kewenanagn dan protap khitanan yg legal..jg khawatir rezeki tidak kemana .Allah maha tahu siap yg terdzolimi dengan kepintaran seseorang..ilmu itu milik Allah semua orang punya hak mempelajarinya .silahkan dokter pelajari ilmu cara memandikan pasen atau cara merapihkan tempat tidur sah-sah saja.
setuju ...gan nanti saya pikirkan RUU kesehatan yg baru,agar pekerjaan khitan bukan pekerjaan dokter 100 %, tapi boleh jadi latarbelakang pendidikan perawat lebih cocok, dari pada oleh dukun sunat, bengkong atau ustadz
setuju gan, coba lihat dilapangan peserta sunatan massal pasti berjubel karena tidak usah ngeluarin biaya alias gratis, itu menandakan masyarakat kita taraf ekonominya pas-pasan, jangankan untuk biaya sunat kedokter bedah kadang mau sunat kemantri saja meraka tidak ada biaya. setuju deh kalau perawat didik khusus untuk khitan dan agar dilegalkan dengan pemberian sertifikat bagi yang sudah ikut pelatihan.
Poskan Komentar