Jumat, 25 Juli 2008

Kopi tak Seburuk yang Dikira




KARENA dianggap tak baik bagi kesehatan, sebagian orang menolak minum kopi, sementara sebagian yang lain karena tak bisa menahan diri tetap minum kopi, meski dibayang-bayangi kekhawatiran akan reputasi buruk kopi sebagai minuman yang dapat menyebahkan tekanan darah meninggi, perasaan gelisah, tangan gemetar, jantung berdebar kencang, otot menegang, kadar kolesterol meningkat, membantu terjadi penyumbatan arteri, sembelit, dan diare.
Kopi tak seburuk yang dikira. Dalam dekade terakhir ini ada ribuan penelitian mengenai pengaruh kopi terhadap kesehatan. Sebagian besar hasilnya akan membuat gembira mereka yang rutin minum kopi karena sisi baik kopi le- bih banyak dibandingkan dengan sisi buruknya. Sejumlah besar bukti ilmiah menunjukkan bahwa minum kopi secara moderat atau tak berlebihan (sebagian menyatakan bahwa yang moderat itu adalah sekitar 3-5 cangkir per hari, sebagian yang lain 2 cangkir per hari), dapat mengurangi risiko beberapa jenis penyakit, seperti berikut ini.
Mengurangi risiko diabetes tipe 2. Kebiasaan minum lima cangkir kopi atau lebih per hari dapat meraperbaiki pengaturan dan toleransi glukosa dan secara substansial menurunkan risiko diabetes tipe 2 (35%-75%) pada berbagai populasi di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Kopi kaya akan zat-zat antioksidan seperti quinine, lignan, asam klorogenat, tokoferol, dan mineral seperti magnesium yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga memperbaiki respons tubuh terhadap insulin, dan metabolisme glukosa. Baik kopi yang mengandung kafein atau pun yang decaffeinated (kafeinnya telah dihilangkan) memiliki efek yang sama.
Mengurangi risiko kanker. Salah satu hal yang menarik adalah kemungkinan peranan senyawaan dalam kopi sebagai pelindung dari kanker. Senyawa-senyawa tersebut adalah zat antioksidan polifenolat (derivatif asam klorogenat) dan antioksidan yang dihasilkan melalui pemanasan (hasil reaksi Maillard, termasuk senyawa heterosiklik volatil dan polimer melanoidin cokelat). Penelitian menunjukkan, dibandingkan dengan tidak minum kopi, konsumsi sedikitnya dua cangkir kopi per hari sama dengan menurunkan risiko kanker usus sebanyak 25%. Penelitian juga menunjukkan peminum kopi memiliki kemungkian terkena kanker liver 50% lebih rendah dibandingkan dengan bukan peminum kopi.
Mengurangi risiko penyakit liver, Minum sedikitnya dua cangkir kopi per hari sama dengan penurunan risiko terkena sirosis hati sebesar 80%. Perokok dan peminum berat yang mengonsumsi sejumlah besar kopi secara rutin memiliki kemungkinan lebih rendah terkena penyakit jantung dan kerusakan hati dibandingkan dengan perokok dan peminum yang tidak minum kopi.
Risiko penyakit kardiovaskuler. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada orang-orang yang minum kopi dalam jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan pada orang-orang yang minum kopi dalam jumlah yang moderat atau kecil.Minum kopi dapat meningkatkan atau sebaliknya menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler tergantung pada interaksinya dengan kondisi lain seperti stres dan kondisi kesehatan seseorang. Sementara sebuah penelitian komprehensif selama 20 tahun pada sekitar 130.000 pria dan wanita yang tak memiliki penyakit jantung atau kanker tidak menunjukkan adanya bukti apa pun bahwa konsumsi kopi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Mengurangi risiko penyakit parkinson. Penelitian epidemiologis menunjukkan hubungan yang kuat antara efek neuroprotektif dan kafein dan pengurangan risiko terjadinya Parkinson. Beberapa penelitian dalam neurofarmakologi menunjukkan bahwa hanya satu cangkir kopi per hari (sama dengan 80-140 mg kafein) dapat menurunkan risiko parkinson sampai setengahnya. Pada kenyataannya, obat untuk parkinson yang sedang dikembangkan saat ini mengandung derivatif kafein.
Manfaat kopi muncul berkat kandungan kafeinnya yang tinggi (kafein juga terkandung dalam teh, cokelat, dan soft drink seperti kola). Kafein membantu dalam perawatan asma dan sakit kepala. Kafein juga merupakan pembantu yang kuat untuk meningkatkan daya tahan dan performa atlet. Begitu kuatnya sehingga kafein dalam kopi atau dalam bentuk lainnya dianggap oleh komite Olimpiade sebagai substansi yang harus diawasi.
Minum kopi juga dapat meningkatkan kesiagaan mental, fungsi kognitif, mengurangi risiko penyakit alzheimer, batu ginjal, batu empedu, dan depresi. Senyawa trigonelin, yang memberikan rasa pahit dan aroma khas pada kopi, memiliki sifat antibakteri dan antiadesif yang dapat membantu mencegah pembentukan lubang pada gigi.
Meski memiliki banyak manfaat, masih disarankan untuk mambatasi atau menghindari minum kopi bagi pasien jantung, mereka yang memiliki risiko osteoporosis, dan ibu hamil. Juga, bagi orang-orang yang memiliki sejarah dan kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjadi peminum kopi.
Kopi adalah minuman dengan kandungan kimia yang kompleks. Dalam satu cangkir kopi terdapat sekira 800 senyawa aromatik. Penelitian-penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui lebih banyak mengenai efek kopi terhadap kesehatan manusia.
(A. Taufik, alumnus Teknologi Pangan Umversitas Padjadjaran)***

Tidak ada komentar: