Selasa, 06 Januari 2009

Ubah Tequila Jadi Permata




SEKELOMPOK ilmuwan Meksiko berhasil menemukan ramuan yang dapat mengubah tequila menjadi permata, meski bukan dalam bentuk bongkahan batu melainkan dalam bentuk lapisan di suatu permukaan. Para ilmuwan menemukan ramuan bahwa tequila blanco yang mengandung 40 persen alkohol akan membentuk menjadi lapisan permata jika dipanaskan hingga suhu tinggi dan uapnya ditembakkan ke permukaan logam silikon atau stainless steel. Awalnya para ilmuwan itu bereksperimen membuat permata dari senyawa organik seperti acetone, etanol, dan metanol. Targetnya menemukan komposisi atom karbon, hidrogen, dan oksigen sesuai dengan lingkungan yang dibutuhkan untuk membentuk permata. Mereka berhasil membuat permata berkualitas tinggi setelah menggunakan campuran dengan komposisi 40 persen etanol dan 60 persen air. Komposisi tersebut sama dengan tequila. "Karena penasaran, suatu pagi saat menuju lab saya membawa sebotol kecil tequila putih yang murah dan kami melakukan tes," ujar Luis Miguel Apatiga, salah seorang peneliti dari National Autonomous University of Mexico. Ternyata benar, tequila menghasilkan permata berbentuk lingkaran dalam skala nanometer seperti halnya campuran etanol dan air. Dalam percobaan tersebut, para ilmuwan menggunakan teknik yang disebut pulsed liquid injection chemical vapour deposition untuk membuat permata. Dalam ruangan khusus, cairan tequila dipanaskan hingga suhu 260 derajat Celsius sampai menjadi uap seluruhnya. Kemudian gas dialirkan ke kamar reaksi untuk dipanaskan kembali dengan suhu 800 derajat Celsius hingga struktur molekulnya pecah. Proses tersebut membentuk kristal permata padat yang ukurannya antara 100-400 nanometer. Kristal tersebut kemudian ditembakkan ke permukaan piringan stainless steel atau silikon. Kumpulan kristal membentuk lapisan permata di permukaan piringan tersebut. Permata yang dihasilkan keras dan tahan panas seperti halnya permata alami. Permata buatan sangat bermanfaat untuk berbagai aplikasi elektronika. Misalnya sebagai mata bor, insulator chip semikonduktor, bagian detektor radiasi, dan perangkat elektronika berbasis optik. (PHYSORG/sri)***

Tidak ada komentar: