Selasa, 06 Januari 2009

Mengapa John McCain Kalah?




BEKAL pengalaman dan kepahlawanan saja tidak cukup bagi kandidat calon presiden (capres) dari Partai Republik, John McCain, untuk bisa mengantongi kemenangan dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2008. Sejak 1972 McCain sudah menggeluti dunia politik, McCain juga memahami seluk-beluk dunia militer dengan keterlibatannya dalam perang Vietnam. Meski demikian, McCain belum cukup unggul dibandingkan saingannya Barack Obama, capres dari Partai Demokrat, dalam Pemilu AS yang digelar pada 4 November kemarin.
Bisa jadi iklim politik memang sedang tidak mengarah kepadanya. Masa pemerintahan Bush yang juga sama-sama dari Republik bisa saja sebagai salah satu dari sekian alasan kegagalan McCain kali ini. Sarah Palin yang ditunjuk McCain sebagai wakilnya juga mungkin salah satu faktor kegagalan McCain. Berikut lima alasan dari sekian banyak alasan menyangkut kegagalan McCain.
Pertama, pro kehidupan mewah dan kurang peduli kesulitan finansial kelas menengah. Dengan kekayaan yang dimiliki McCain tak heran jika McCain hidup dengan layak dan sejahtera. Senator Arizona itu dilaporkan memiliki 9 rumah pribadi, 13 mobil, dan bahkan sang istri kedua McCain, Cindy McCain, memiliki jet pribadi. Semua itu sangat enak baginya, sehingga McCain terlihat kurang memedulikan kesulitan keuangan yang dialami kelas menengah ke bawah AS. Selain itu kesan Cindy yang selalu mengutamakan penampilan dan mengkritik penampilan Michelle (istri Obama) justru menyebabkan antipati masyarakat menengah ke bawah AS.
Simpati dari kalangan menengah semakin berkurang karena dalam setiap debat kampanye McCain hampir tak pernah menyentuh langsung kepentingan kelas menengah. Padahal seharusnya McCain menyadari krisis finansial yang menimpa AS lebih mempersulit kehidupan kelas menengah ke bawah. Kondisi itu kurang tercermin dari kebijakan ekonomi McCain. Alhasil, masyarakat menilai McCain kurang mampu mengatasi krisis ekonomi yang menimpa AS belakangan ini.
Kedua, kampanye buruk dan isu miring. Strategi kampanye McCain jauh tertinggal dibandingkan Obama. McCain tidak sejak awal menjauhkan diri dari Bush, yang notabene sudah tak populer lagi. Kampanye McCain selalu bersifat menyerang dan menjatuhkan
lawan. Sehingga pemilih menilai ia labil dan terburu-buru. Sikap agresif berlebihan yang ditampilkan McCain malah berbalik menyerangnya. Kecerobohan dalam sikap McCain itu malah menyebabkan sebagian pemilih Republik membelot.
Tak hanya itu, sokongan dana yang dimiliki McCain juga tidak sehebat Obama. Meski pada akhir-akhir kampanye McCain mencontek cara-cara mengumpulkan dana yang dilakukan Obama melalui internet, hal itu tak berhasil tanpa dukungan jaringan yang luas hingga ke berbagai kelas. Bahkan McCain kesulitan dana saat memasuki masa akhir kampanye di negara-negara bagian kunci. Awalnya McCain mungkin berasumsi dengan keterbatasan Obama, tidak mungkin dia bisa mengumpulkan dana kampanye yang begitu besar.
Bukan hanya dana, keteledoran sikap, tapi isu miring juga beberapa kali menerpa pasangan McCain-Palin. Keburukan dapur mereka sempat beredar, dari mulai hubungan kurang harmonis antara McCain-Palin, Palin yang tak serius berkampanye karena tengah bersiap untuk capres pada 2012, hingga kehamilan di luar nikah putri tertua Palin yang baru berusia 17 tahun. Anehnya isu ini tersebar tak hanya dari sumber luar, tapi juga dari sumber orang-orang dalam sendiri.
Ketiga, image agresif, labil, cepat marah, dan keluarga yang kurang harmonis. Baik dalam iklan ataupun debat kampanye, McCain selalu tampak terlalu agresif dan mudah terpancing. Bahasa tubuh McCain, menurut sejumlah ahli, tampak selalu menghindar, enggan mendengarkan, dan tidak terfokus. Kecerobohan tampilan bahasa tubuh yang McCain usung menjadikan nilai minus bagi dirinya. Selain itu McCain juga tampak kurang harmonis dengan Cindy.
Image kurang sayang keluarga juga tergambar jelas. Terbukti dari perceraian McCain dengan istri pertamanya yang setia menanti McCain pulang dari perang Vietnam. Tapi McCain justru menikah dengan putri kaya Cindy.
Keempat, kebijakan perang Irak dan krisis ekonomi. Kebijakan McCain berkaitan dengan perang Irak tak jauh berbeda dengan Bush. Hal itu semakin mengeratkan hubungan Bush-McCain. Ditambah lagi dengan desakan sebagian keluarga prajurit perang Irak yang menginginkan diakhirinya perang Irak menambah posisi McCain makin terasingkan.
Sebagian besar masyarakat AS sangat tidak menyukai pemerintahan Bush yang memenderitakan mereka. Kebijakan McCain yang tidak terlalu jauh berbeda dan pro-Bush menjadikan ia tidak layak dipercaya untuk mengatasi krisis ekonomi AS. Masyarakat AS khawatir keterpurukan ekonomi mereka makin diperparah dengan kebijakan McCain yang tak jauh beda dengan Bush.
Kelima, Sarah Palin. Penunjukan Sarah Palin sebagai wakil presiden (wapres) mengejutkan semua pihak. Selain Palin kurang berpengalaman, Palin juga tidak dikenal publik dandunia politik AS. Semula mungkin McCain berniat menarik dukungan dari pendukung Hillary Rodham Clinton, nomine capres Demokrat yang dikalahkan Obama dalam kaukus dan pemilihan pendahuluan. Pada awal penunjukan memang hal itu berhasil. Namun seiring dengan isu miring yang menimpa putri tertua Palin, maka popularitas Palin pun tak dapat lagi mendongkrak dukungan terhadap McCain.
McCain menanggung risiko besar dengan membawa Palin. Pertama, Palin relatif tidak dikenal. Kedua, Palin tidak berpengalaman. Ketiga, McCain bahkan tidak mengenal Palin lebih dalam. Akibatnya, hubungan romantis ahtar keduanya yang seharusnya terjalin sebagai pasangan orang nomor satu-dua AS tidak muncul. Yang ada justru manajemen McCain-Palin malah tak jarang berseteru dan saling menyalahkan. Belum lagi penokohan yang harus dimunculkan Palin karena belum banyak dikenal menjadi pekerjaan tambahan bagi tim McCain-Palin.
Akan tetapi, apa pun alasannya, kini nasi sudah menjadi bubur. Kegagalan ini menjadi cermin politikus lainnya dalam berkiprah di politik AS. (Ari Nursanti/"PR", dari berbagai sumber)***

1 komentar:

djokerz mengatakan...

Dari awal saya jg dah gak terlalu menaruh simpati ma siMcCain, Kok kayaknya klo dilihat dr tampangnya lebih alim Obama gitu..
Gimana klo tampang alimnya Obama dibandingin dg SBY ya..?