Selasa, 06 Januari 2009

Podcars, Transportasi Masa Depan




BANYAKNYA kecelakaan transportasi yang disebabkan human error serta tingginya tingkat kemacetan di kota-kota besar mendorong sebuah perusahaan di Inggris menciptakan moda transportasi masa depan sebagai solusi. Alat transportasi ini akan meminimalisasi kecelakaan yang disebabkan manusia, karena dikemudikan secara otomatis melalui komputer. Kendaraan yang diberi nama Podcars atau PRT (Personal Rapid Transit) nantinya akan berjalan di rel khusus, mirip monorail atau subway. Menurut Jacob Robert, Presiden Connect Ithaca, grup perencana dan pembangunan, kini saatnya mendesain sebuah kota untuk manusia, bukan untuk kendaraan. "Podcars adalah sebuah ciptaan yang sempurna, merupakan gabungan antara privasi dan otonomi era automobile dengan aspek transportasi publik, yang tentunya ramah lingkungan," ujar Robert di depan mahasiswa New York College saat membentuk komunitas Podcar pertama di Amerika Serikat (AS). Selain itu, Robert mengatakan krisis minyak bumi membuat podcar akan menjadi idola baru alat transportasi massal. Podcar, yang dikendarakan secara otomatis, diharapkan mampu menguraikan kemacetan, karena alat transportasi ini bebas dari lampu lintas. Rencananya, pembangunan seluruh infrastruktur Pordcar akan dimulai paling lambat pada 2010. Sekarang ini, Podcar hanya dipakai sebatas untuk bagian dari wisata saja, karena Podcar yang sekarang hanya mampu menampung kurang dari 10 penumpang. Banyak warga yang sudah mencoba Podcar, terlihat gembira menaiki inovasi terbaru di bidang transportasi ini. "Cara kerja Podcars tak berbeda jauh seperti eskalator,namun Podcar berjalan horisontal," tambah Roberts. Tahun depan, Bandara Heathrow di London akan mencoba sistem Podcar ini di tempat mereka. Selanjutnya, perusahaan di Swedia, Polandia, dan Korea, telah siap mengoperasikan Podcar ini di rel untuk diuji coba. Bahkan, Podcar telah dirancang di Kota Masdar, Abu Dhabi. Jika rencana tersebut berjalan sesuai rencana, maka kota tersebut akan menjadi tempat pertama di dunia menggunakan alat transportasi yang tidak mengeluarkan karbon sama sekali. (cnn/yc)***

Tidak ada komentar: