Selasa, 06 Januari 2009

Jamur Pemakan Polutan Minyak




SEJENIS jamur rendah dapat membantu perusahaan minyak membersihkan bahan bakar minyak yang mereka hasilkan agar memenuhi standar emisi yang kian ketat. Jamur yang baru saja ditemukan di Iran ini tumbuh secara alami dalam minyak mentah dan menyingkirkan senyawa nitrogen serta sulfur yang menyebabkan hujan asam dan polusi udara. Penemuan jamur ini membawa peluang besar menghasilkan bahan bakar minyak yang lebih bersih. Saat ini, pemerintah di seluruh dunia memberlakukan batas yang amat ketat tentang seberapa besar senyawa yang terkandung dalam bahan bakar minyak, sehingga para produsen minyak berusaha mencari jalan yang lebih efisien untuk membefsihkan sulfur dan nitrogen dari produk mereka. Upaya standar untuk membersihkan sulfur dari minyak mentah (desulfurisasi) biasanya dilakukan dengan mereaksikan minyak dengan hidrogen pada temperatur 455 derajat Celsius sampai 21 juta pascal atau 3000 psi. Tapi hasilnya jauh dari sempurna. Kini, tim peneliti di Sharif University of Technology di Teheran, Iran, yang dipimpin Jalal Shayegan berhasil menemukan dan mengisolasi sejenis jamur yang tampaknya bisa lebih efisien menyingkirkan sulfur dari minyak. Shayegan dan timnya mencari jamur tersebut dalam tanah yang terkontaminasi minyak dari tempat penyulingan minyak di Teheran dan ladang minyak Kuhemond di Iran. Mereka mengisolasi beberapa mikroorganisme desulfurisasi baru. Tes mengungkapkan, salah satu strain jamur Stachybotrys amat efisien dalam menghilangkan sulfur. Mereka menguji temuan baru ini bersama beberapa bakteri desulfurisasi. Tim Shayegan menumbuhkan jamur dan bakteri tersebut selama enam hari dalam sampel minyak mentah dari ladang minyak Kuhemond dan Soroush, yang dicampur dengan media berbasis air. Jamur itu menunjukkan hasil terbaik. Dalam satu sampel, jamur tersebut bisa menghilangkan 76 persen senyawa sulfur dalam waktu tiga hari. Bandingkan dengan kemampuan bakteri yang baru menyamai angka itu setelah enam hari. (newscientist/yc)***