Rabu, 07 Januari 2009

Kursi politik



KITA sudah tak asing lagi dengan kursi, Hampir setiap hari kita menggunakannya untuk duduk dan melepas lelah. Definisi kursi menurut Prof. Dr. Yus Rusyana adalah alat untuk duduk. Kursi terbuat dari besi dan kayu. Ada yang mempunyai sandaran dan ada yang tidak. Bahkan, dalam satu penelitian design, kursi bisa dijadikan simbol budaya masyarakat tertentu.
Sedangkan Ayat Kursi merupakan ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah, surat kedua dalam Alquran. Ayat ini disebutkan dalam satu hadis yang diriwayatkan Ubay bin Ka'ab sebagai ayat paling agung dalam Alquran. Isinya tentang keesaan Tuhan serta kekuasaan Tuhan, yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Ia tidak kesulitan sedikit pun dalam memeliharanya. Menurut tafsir Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, kursi dalam Ayat Kursi diartikan tempat kedua kaki Allah dan tidak ada seorang pun yang dapat memperkirakan luasnya.
Dalam dunia politik, kursi diartikan sebagai kekuasaan. Para politisi di negara kita berebutan "kursi" hanya untuk duduk. Bila kita tengok, negara Indonesia, yang katanya menganut demokrasi yang di dalamnya menyebutkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Mestinya, disediakan jutaan kursi untuk diduduki seluruh rakyat Indonesia. Tapi, pastinya akan repot, sehingga disediakan beberapa saja kursi di Senayan sebagai kursi wakil rakyat.
Tapi, kadang wakil rakyat lupa jika kursi itu merupakan jelmaan dari jutaan kusi yang di dalamya terdapat pesan-pesan dari rakyat. Pemilu 2009 nanti, politisi pun berbondong-bondong ingin menduduki kursi- kursi tersebut. Sulit ditebak misi yang mereka bawa, akankah menerjemahkan pesannya ataukah ganti orang saja, tanpa peduli pesan yang terlihat di kursi semakin panjang.
Namun, para pemimpin dan politisi kita lebih suka menafsirkan kursi, sebagai kekuasaan yang mutlak atas segala sesuatu. Sampai-sampai mereka lupa jika sudah duduk, maka kedudukan mereka harus dipertanggung- jawabkan. Bahkan, ada beberapa yang harus mendekam di balik jeruji besi, karena melalaikan tanggung jawabnya atau salah menafsirkan pesan dalam kursi tersebut. Sudah saatnya, mengubah paradigma bahwa kekuasaan bukan untuk diperebutkan, tetapi sebentuk amanah yang harus dipertanggung jawabkan. (Wilujeng Kharisma)***

Menyikat Gigi Pakai Ranting Pohon





5ebagian sobat Pencil pasti pernah merasakan sakit gigi. Wualah...wualah... sakitnya minta ampuuuun. Cenut... cenut... rasanya tak terperikan. Sampai jungkir balik tak keruan menahan sakitnya. Badan gak enak, makan gak enak, pokoknya semuanya deh jadi gak ueeenak. Yang pasti, sobat jadi bete dan sensi alias pengennya uring-uringan terus kaleee.Semua itu karena giginya kurang dirawat.
Oh ya, kata dokter, kalo mau gigi kita terawat, biasakan menggosok gigi dua kali sehari, sesudah makan dan sebelum tidur. Tapi, itu minimalnya lho. Apalagi sobat punya sikat gigi kesayangan, so pasti harus rajin dong menggosok giginya. Selain rajin, juga harus benar lho cara menggosoknya supaya gigi kita tetap cling... bersinar seperti mentari.
Oh ya sobat, beruntung ya kita sekarang mengenal sikat qiqi, jadi bisa dengan mudah membersihkan gigi kita. Nggak kebayang kan orang-orang dulu yang jauh hidup sebelum kita, bersihin giginya pakai apa ya...? Wah, banyak cerita seru nih baqaimana orang zaman dulu merawat giginya sampai ditemukannya sikat gigi yang seperti sekarang biasa dipakai.
Dalam literasi Cina disebutkan, konon pada tahun 1600 sebelum Masehi, masyarakat Cina saat itu telah biasa menggunakan ranting pohon untuk membersihkan giginya. Saat itu, bangsa Cina juga memelopori pembuatan sikat pembersih giqi pertama yang terbuat dari bulu-bulu Keras binatang, seperti bulu babi.
Sebelumnya, pada 3500 sebelum Masehi, bangsa Babylonia, Yunani dan Romawi kuno iuga diceritakan telah mempunyai kebiasaan mengunyah semacam ranting untuk membersihkan giginya. Sedanqkan umat Muslim pada zaman Rasullufah telah menggunakan siwak yang terbuat dari ranting dan akar pohon untuk merawat gigi.
Orang Indonesia dulu pun mempunyai kebiasaan unik dalam membersihkan giginya, di antaranya dengan menggunakan bata merah yang ditumbuk sampai halus lalu digosok-gosokkan ke gigi. Ada juga yang membersihkan giginya memakai sabut kelapa. Coba deh tanya kakek sama nenek, pasti tahu. Tapi sobat, don't try this at home yah... Itu kan zaman dulu, sekarang sih mending pake sikat gigi aja deh pake odol, lebih higienis.
Orang yang berjasa membuat sikat gigi modern ialan William Addis dari Clerkenwald Inggris. Kreasi tersebut berawal saat ia menjadi narapidana. Pada tahun 1770, saat di dalam penjara ia merasa perlu memperbaiki kebiasaan membersihkan giginya dengan menggunakan sisa pembakaran (abu) dan garam yang digosokkan ke gigi menggunakan kain lap. Ia pun mulaibereksperimen menggunakan tulang-tulang sisa makanan. Ia melubangi salah satu ujung tulang tersebut dan mengisinya dengan bulu-bulu sikat yang dipintanya dari sipir penjara. Setelah itu bulu-bulu tersebut diikat dengan kuat kemudian direkatkannya dengan lem supaya menyatu dengan tulang, dan jadilah sikat gigi. Setelah itu pada tahun 1780, ia memasarkan hasil ciptaannya ini secara massal.
Pada tahun 1850, H.N. Wadsworth membuat hak paten atas sikat gigi di Amerika Serikat. Namun baru pada tahun 1885, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat memproduksi secara besar-besaran sikat gigi, di antaranya oleh The Florence Manufacturing Company of Massachusetts.
Seiring perkembangan waktu, sikat gigi pun mengalami banyak perubahan. Karena dianggap kurang higienis, sering terlepas dari gagangnya, dan tidak cepat kering. Bulu-bulu pada sikat gigi yang tadinya terbuat dari bulu-bulu binatang mulai diganti dengan serat sintetis yaitu nilon. Perusahaan yang memelopori penggunaan nilon untuk sikat gigi ialah Duront pada tahun 1938. Tahun-tahun selanjutnya seiring dengan kemajuan zaman, sikat gigi mengalami perubahan yang signifikan, baik bentuk maupun variasinya.
Pada tahun 1939, siKat gigi elektrik pertama dibuat di Skotlandia, Namun baru dipasarkan secara terbuka di Amerika Serikat oleh perusahaan Squibb denqan nama Broxodent pada tahun 1960. Pada tahun 1987, sikat gigi rotary (berputar) yang menggunakan mesin diperkenalkan dengan nama Interplak. Sikat gigi ini dinilai lebih efektif daripada sikat gigi biasa karena sanggup membersihkan plak dan mencegan gusi berdarah.
Nah, sekarang terserah Sobat Percil deh mau pilih yang mana. Tapi yang paling penting, apa pun bentuk sikat giginya, sobat Percil harus raiin merawat gigi dengan menggosoknya secara teratur dan tak berlebihan memakan makanan yang bisa membuat gigi rusak. Cling...Cling!

(Hetty Dimayanti/berbagai sumber)***

Kaleng juga punya sejarah lho...



Sobat- sobat, kalian pasti sudah tahu yang namanya kaleng, bukan? Ada yang membuat kaleng sebagai atap, ada yang membuatnya sebagai wadah biskuit, susu atau minuman ringan. Ada juga yang kreatif menjadikan kaleng sebagai tempat sampah, celengan dan kerajinan tangan lainnya. Nah, tahukah kalian kalau kaleng itu memiliki sejarah panjang yang bikin kita geleng-geleng kepala. Biar pengetahuan umum kita bertambah, kita baca saja yuk!
Seorang pembuat kue dari Prancis bernama Nicolas Appert,memperke- nalkan metode pengemasan makanan dengan cara memasukkan makanan ke botol gelas atau keramik dan menutupnya rapat-rapat, lalu memanas- kannya. Dia tidak dapat menjelaskan kenapa makanan tersebut bisa bertahan lebih lama, tetapi idenya tersebut telah memenangi uang 12.000 france, hadiah dari sayembara cara penyajian makanan yang di- adakan Napoleon pada tahun 1795.
Baru pada tahun 1810, kaleng tipis ditemukan oleh seorang penduduk London bernama, Peter Durant. Dia menyuplai makanan bagi tentara Napoleon dan membantu mereka agar ternindar dari kelaparan saat sedang dalam tugas jauh.
Kaleng tipis tidak terlalu populer digunakan sampah pada tahun 1846, ketika sebuah teknologi baru mampu meningkatkan hasil produksi kaleng dari enam buah meniadi 60 buah per jam. Saat itu pembuka kaleng masih belum ditemukan dan pada label produk masih tertulis, "Potong di bagian atas dengan menggunakan pahat dan palu."
Pembuka kaleng baru ditemukan pada 1858 oleh warga Amerika bernama Ezra Warnet. Tapi ada klaim yang menyatakan bahwa oranq Inggris bernama Robert Yeates telah menemukan alat tersebut pada tahun 1855. Tetapi alat pembuka kaleng ini tidak langsung populer sampai sepuluh tahun kemudian ketika pembuka kaleng diberikan secara gratis saat orang-orang membeli daging kalengan. Pembuka kaleng dengan roda ditemukan pada 1925. Pembuka kaleng yang lebih praktis dan mudah digunakan, ditemukan pada 1959 oteh Ermal Cleon Fraze.
Sobat-sobat, setiap tahunnya diproduksi hampir 64 juta ton kaleng alumunium. Jumlah tersebut jika di jajar dan direntangkan di bulan, akan mampu menutupinya ratusan kali. Tetapi jumlah sampah kaleng hanya 1% dari total sampah solid material, karena seperempat dari semua kaleng yang diproduksi bisa didaur ulang.
Saat ini di seluruh dunia, sembilan juta kaleng didaur ulang setiap jamnya. Jika tidak didaur ulang, lama-lama bumi kita akan dipenuhi kaleng. Malah mungkin suatu hari nanti, kita akan menemukan sebuah pulau baru bernama Pulau Kaleng atau Benua Kaleng, hehe.... Nah, karena kaleng bisa didaur ulang, maka kita sebaiknya memisahkan sampah kaleng dengan sampah organik.
Sobat-sobat juga harus hati-hati lho. Karena setiap kaleng yang berasal dari penggunaan yang bermacam-macam itu memerlukan perlakuan yang berbeda-beda pula. Untuk kaleng bekas wadah makanan dan minuman misalnya, pertama kali yang harus kita lakukan adalah melepas tutup kaleng tersebut, kemudian memasukkan tutup itu ke dalam kaleng dan gencet kaleng itu dari atas hingga gepeng untuk menghemat ruang di kotak sampah.
Sedangkan untuk kaleng bekas cat, kita harus membersihkan cat sisanya dengan kertas koran bekas, kemudian biarkan kering sebelum membuangnya ke kotak sampah. Bisa juga kaleng itu digepengkan dulu untuk menghemat ruang. Untuk kaleng yang mengandung gas aerosol, seperti Kaleng bekas obat nyamuk semprot, kaleng parfum dan kaleng semprot lainnya, kita harus hati-hati memperlakukannya. Jangan digencet atau ditusuk-tusuk, biarkan mereka yang biasa melakukan daur ulang yang melakukannya. Jangan lupa melepas tutup plastik dan nozzlenya untuk dibuang di tempat terpisah. Sedangkan untuk kaleng bekas minyak goreng, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sisa minyak gorengnya. Lepas semua komponen plastik yang melekat pada kaleng itu dan buang di kotak daur ulang khusus plastik. Belah kaleng tersebut untuk menghemat ruang.
Nah sobat-sobat, denqan melakukan hal-hal seperti yang disebutkan di atas, kamu akan meringankan beban mereka yang hendak mendaur ulang kaleng-kaleng tersebut. 6ampang kan?

(Aurel Marcelo Leonard, kelas II SDN Krida Winaya 2 Jln. Gumuruh Blk No. 37 Bandung 40275}***